Cerita Part 2

Sambung cerita, entah kemana waktu itu ibuku pergi, aku selalu melihat dn merasakan kesantunan dari keluarga ibuku. Setiap weekwnd aku beserta abang dan adikku selalu pergi ke rumah opung yang tempatnya cukup jauh di tempuh, walaupun kami hanya libur sekolah 1 hari, tetap saja kami selalu merengegek ke ayah untuk bisa pergi kesana. Mungkin diantara semua sepupu-sepupuku yang dari ibu hanya kamilah yang cukup di manja oleh om-tante dan opungku.
Kesantunan mereka yang membuat aku merasakan ada sesuatu hal yang berbeda dari agama nasrani, maka dengan itu aku selalu mengiyakan kemapun aku di ajak oleh saudara dari ibuku , termasuk ke gereja.
singkat cerita, di saat aku dan ketiga saudara lelakiku beserta ayah tinggal bersama, banyak hal yang kami rsakan. Mulai dari frustasinya ayah, yang tiap malam selalu pulang dengan keadaan mabuk, Abangku yang pertama bernama lengkap Fredy Lubis, terkadang sering kami mengejeknya “kampret” , soalnya dia hhidup seperti seekkor kampret, yang hiduonya di malam hari, tapi kalo di siang hari kerjaannya hanya tidur. Lanjut cerita dulu dia sempat terjaring dalam sindikat narkoba, dan alhamdulillah, dengan kejadian itu ia langsung tobat 😀
Selanjutnya abangku yang kedua bernama lengkap Hendra Sakti lubis, kami sering juga mengejeknya dengan sebutan “Daia” , dulu dia memiliki gaya rambut yang khas , persis seperti orang yang gendut yang berada di iklan sebuah detergen, Dag, Dig, Dug, Der, Daia. Bisa dikatakan di antara kami semua bersaudara abang Hendra lanh yang memiliki kemampuan belajarnya paling tinggi, sejak SD kelas 1 sampai kelas 6 dia selalu mendapatkan juara kelas, tidak tanggung di selalu di antara urutan 1,2,dan 3. Kejeniusannya itu yang juga membuatku salut sampai saat ini.
Selanjutnya aku, kali ini aku tidak akan memberitahukan sebutan apa yang biasa aku di sapa, atau bahkan di ejek oleh keluargaku, sebab aku tidak ingin orang – orang tahu.. *curang 😛
Berikutnya adikku yang bungsu, yang bernama lengkap Abdul Gani Lubis , biasa di panggil gani, namun terkadang juga “Gandul ” dulu aku pernah memiliki tetangga yang bersukukan jawa asli, medok jawanya yang terkadang membuatku geli, tapi aku juga banyak belajar dari beliau tentang makna hidup ini, Gandul itu sendiri di ambil dari bahasa jawa yang berarti buah pepaya,untuk yang satu ini, aku sendiri juga tidak tahu atau lupa, mengapa bisa adikku selalu di ejek dengan sebutan Gandul.. ###@21@#$!#Q#R
Mungkin bisa di bilang diantara kami berempat aku hanya merasa cocok dengan abang hendra dan adikku gani, maklum jarak aku dengan abangku yang pertama fredy cukup jauh, jadi mungkin itu yang menyebabkan aku merasa sedikit tidak nyambung.
Begitu banyak pengalaman, pahit, duka,senag yang kami lalui bersama.