Cerita part 1

Aku biasa di panggil dewi, lubis, ataupun dedew. Aku dilahirkan di sebuah Kota yang maju, yaitu kota Medan yang letaknya di sebuah provisi Sumatra Utara. Aku memiliki 3 orang saudara laki – laki.
Kehidupanku di masa kecil sungguh jauh berbeda dengan anak- anak yang lainnya. Ibu dan ayahku bercerai ketika aku berumur 6 tahun, pada saat itu pengadilan memutuskan aku dan adik laki – laki ku ikut serta bersama ibu, namun pada kenyataannya tidak. Hanya sesaat aku , ibu dan adikku tinggal bersama, setelah itu ibu pergi entah kemana. Opungku (nenek) selalu bilang kalo ibu pergi ke Jakarta, setelah itu berpindah tempat ke Batam, tapi ntah lah… aku sendiri juga tidak mengetahui ada dimana ibu pada saat itu.
Kehidupan dimasa kecilku yang membuat aku sekarang seperti ini. Ibuku terlahir dari keluarga yang beragama nasrani, sedangkan ayahku berasal dari keluarga islam. Pada awalnya setelah menikah dengan ayaku, ibuku memeluk agama islam, namun entah kapan, aku tidak pernah melihatnya melakukan ibadah layaknya seorang muslim.
Entah harus di mulai dari mana aku menceritakannya, masa kecilku yang tak akan pernah bisa terulang kembali, dan tak bisa juga aku mengubahnya.
Kehidupan terus berjalan, sampai ketika ibu pergi kemana, dan pada akhirnya aku tinggal kembali bersama ayahku beserta ketiga saudara laki – lakiku. Kehidupan yang cukup kera yang sudah membuat aku terbiasa dalam menjalani hidup di kala ini. Aku bersekolah di sebuah SD negri di depan gang rumah ,tapi awalnya aku sempat pindah sekolah beberapa bulan, di karenakan ketika aku ikut tinggal bersama ibu, jarak sekolah SD ku yang pertama sangat jauh jaraknya dari rumah ibu.
Sebelumnya aku tidak memiliki riwayat pendidikan TK, di karenakan sebelum akau masuk sekolah dasar, aku memiliki seorang tante (adik ibu) yang menjadi guru di sebuah sekolah nasrani, hampir setiap hari aku di ajak ke sekolah itu, aku bermain bersama kakak- kakak kelas , aku ikut belajar bersama mereka, bahkan pernah pernah aku ikut cara berdoa mereka, dan terlebih lagi , aku juga pernah memimpin mereka berdoa dengan cara sepert mereka, padahala pada saat itu aku masih beragama islam.
Ketika aku masih kecil aku sering sekali di ajak ke sebuah gereja HKBP yang terletak di jalan gereja di daerah sekip Medan, Sumatra Utara. Gereja itu adalah tempat dimana opung – opung, tante, tulang (paman) sering kesana. Aku sering sekali di ajak untuk mengahadiri sebuah acara di gereja tersebut, mulai dari pernikahan, sampai acara natal, tahun baru, aku ikut merayakannya. Tidak muluk – muluk juga, ketika aku masih kecil aku serng sekali memakan makanan haram yaitu ; Babi. Pada saat itu daging babi atau pun daging ayam sepertinya sama saja, bahkan ketika dulu aku cenderung lebih menyukai dagign babi ketimbang sapi atau pun ayam.
Jika di ingat kembali tanteku sering berkata seperti ini “sih dewi itu dulu, suka kali makan babi, bahkan kalo warung yg jualan babi itu mau tutup di merengek-rengek minta di beliiin daging babi, di dulu suka sekali makan tulang babi… makanya badannya bisa sesehat itu…” cerita tanteku ketika waktu itu.
Kembali lagi ke cerita yang awal, akhirnya aku ikut serta tinggal kembali dengan ayaku, dan tentu saja aku juga kembali ke sekolah dasarku yang awal. Paginya aku sekolah dasar , sedangkan malamnya aku sekolah agama, ntah bagaimana certinya walaupun aku sempat mengenyam sekolah agama, namun tetap saja kehidupanku ketika itu masih sama, tidak berubah, masih sering di ajak ke gereja dan memakan daging babi.