Pilihan Part 1

Ketika kamu diberi pilihan, milih Allah atau cita-cita duniawi.

 

Udah beberapa bulan ini aku disibukkan untuk apply cv dan lamaran untuk para calon keluarga angkat ku di Jerman. Sebelumnya aku ada rencana untuk Aupair ke Jerman selama setahun-dua tahun, lalu kemudian cari celah untuk bisa kuliah master di Jerman. Namun ternyata perlajanan tidak berjalan mulus. Kalo kata teman-teman ku,  cari keluarga angkat itu kayak nyari jodoh. Harus menerima kita apa adanya. Yaudah deh jadinya aku bilang aja semuanya..

I’m wearing hijab and I pray 5 times every day. I need 3-5  minutes for pray. I don’t eat bacon or pork and I don’t drink alchohol and bla.. Bla..

Kayaknya ada hampir 200 calon hostfamiliy yang menolak. Tapi ada juga sih yang menerima, namun tetap aja ujung-ujungnya.. Sorry we can’t bla.. Bla..

Dengan kejadian itu semua, sampai pada disuatu titik. Ada nih calon hostfams yang tertarik sama saya, tefus dia bilangnya ‘open minded person’ tapi nyatanya dia agak keberatan dengan jadwal sholat ku. Waktu itu aku benar-benar dilema-guna gundala- dan bahkan sampe nangis seorang gitu..

Binggung mau pilih mana, Allah atau cita-cita duniawi. Aku yang baru belajar hijrah entah ini adalah cobaan dari Allah atau gimana. Tapi aku mah akhirnya kepikiran, “ah ini mah Allah aja mau ngasih dewi pahala banyak 🙂 ”

 

Jadi yaudah dengan mantap bilang ke hostfamsnya,

Liebe Familie Xxxx

Ich fuehle mich sehr froh wenn Sie interessieren mir zur Ihre Aupair. 

Aber es tut mir leid, ich kann nicht …

Yahh.. Intinya bikin sebuah surat penolakan gitu pake Bahasa Jerman.  Terus setelah itu aku break beberapa hari buat nggak nge-apply cv aku lagi untuk calon hostfams, sebenarnya alasannya karena batas maksimal aku untuk apply udah habis sih, jadi setiap calon Aupair cuna bisa appply 120 cv perbulannya. Dan aku udah limit. Hahha

Beberapa hari kemudian aku seperti biasa berkunjung ke rumah om yang ada di sekitar Dago. Saat kami berbincang dimalam hari setelah makan malam keluarga, tante memberikan sebuah informasi gitu kalo lagi oprec magang ke Australia.

 

Deg.

 

Dari sana aku merasa sinyal-sinyal Allah. Kan katanya Allah itu mengabulkan do’a hambanya dengan tiga cara; langsung dikabulkan, dikabulkan tapi diganti dengan yang lebih baik, dikabulkannya nanti pas dihari akhir.

Nah entah kenapa aku ngerasa Allah kasihnya dengan cara yang kedua nih..

Dari sana aku tiba-tiba juga jadi punya ide. Kerja magang dulu ke Australia, terus ngunpulin uang selama setahun-dua tahun disana, lalu selanjutnya langsung kuliha S2 ke Jerman. Soalnya kalo mau ambil Master ke Jerman kudu punya uang deposito €8000 (setara 110jt) , nah kepikirannha gitu sih.. Oke. Baca-baca-baca syaratnya; kudu test Ielts dulu. Jadinya pindah haluan untuk memperdalam Bahasa Inggris, sambil itu, aku juga sibuk buat ngurus passport ke Bogor.

Oh iyah, aku baru ingat, kalo dulu tuh aku pernah do’a

“Ya Allah, semoga Dewi bisa jadi dosen Sastra Jerman di Unpad, jadi dewi harus menperdalam ilmu Bahasa Jermannya. Kudu kuliah ke Jerman heula ya Allah.. Pengen ambil Jurusan Deutsch Als Fremdsprache di Liepzig Universitaet”

To be continued…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s