Radit murid ditempat mengaji

Sudah bebrapa bulan ini aku bergelut dengan kehidupan anak kecil disebuah pekampungan kecil.

Menjadi seorang pengajar untuk anak-anak yang ingin bisa mengaji,tempat mengaji anak-anak itu bisa dibilang sangat kumuh dan kotor, bahkan aku sendiri juga sangat binggung kenapa tempat itu bisa dijadikan untuk tempat belajar. Mengaji pula. Tempat kumuhyang terdapat disalah satu dikawasan yang dikelilingi oleh PTN favorite dinegeri ini.

Hari ini tepat setiap hari senin pukul 4 sore hingga maghrib aku seperti biasa mengajar anak-anak mengaji, meraka mulai dari berumur 4- 12 tahun. Mengaji dari Iqra 1 sampai Al-qur’an. Dari merak cukup banyak juga yang masih terbata-bata . Seperti mengeja huruf paku. Alif, ba, ta, tsa … begitu mereka mengejanya

Aku sangat senang bangga pada mereka. Disaat usia mereka masih dini mereka tidak berhenti untuk menuntut ilmu. Apalagi ilmu akhirat.

Hari ini aku bertermu dengan sesosok anak yang bernama Radit. Radit adalah seorang anak kecil yang kira-kira berumur 7 tahun salah satu murid tempat aku mengajar. Hari ini ada sebuah kejadian yang sangat menaparku ditempat aku mengajar anak-anak mengaji.

Tiba-tiba ketika aku sedang mengajarkan Iqra 1 pada seorang anak-anak yang sudah berusia sekitar 9 tahun aku mendegarkan dari sudut tempat ada yang memanggilku..

“ Ka Dewi lihat itu ada yang berantam“ seru sorang anak yang menghampiriku.

Ada dua orang anak laki-laki yang mereka berkelahi hanya gara-gara hal sepele. Hanya gara-gara sebuah batu dan hak kepemilikan. Namanya juga anak kecil mereka mana mungkin bisa menganggap hal sepele  sedangkan orang dewasa mengangapnya begitu.

Merek saling menatap sambil menangis. Tidak ada yang bergerak. Diam tapi penuh dengan makna.

Singkat cerita akhirnya aku berhasil memisahkan Radit dan temannya yang berkelahi. Aku menarik mereka satu-satu dan membuat mereka pergi dan saling berjauhan.

Anak yang satu berhasil aku bikin tenang. Tapi Radit. Aku berniat ingin mengatarkan kerumahnya. Sepanjang perjalanan aku bertanya kepada dia Mengapa? Dan Bagaiamana?

Radit menjawab semua pertanyaanku dengan sambil menangis.

Radit tidak berhenti menangis. Bahkan kini dia nangis dengan sangat histeris. Karena ketika itu aku berkata padanya

“Radit pulang yuk, nanti Mamnya nyariin.. oia, sebelum pulang kamu cuci muka dulu ya, nanti bisa ketahuan sama Mama kalau kamu abis nangis dan berkelahi”

Lalu setelah itu.

Radit menangis semakin kenacang tapi aku binggung kenapa? Apa yang terjadi? Bukannya masalahnya dia sama anak itu sudah selesai?

Aku bertanya kepada temannya yang ikut bersamaku mengatarkan Radit pulang.

Kenapa dia menangis? Tanya ku pada seorang anak peremupan yang sudah pasti adalah muridku, temannya Radit juga.

“Teteh jangan tanya-tanya tentang Mamanya”

“loh emang kenapa?“

Anak perempuan itu berbisik kepadaku.
“Mamanya udah meninggal dari dia kecil“

JLEB!

Aku langsung terdiam dan binggung harus berkata apa.

Aku melihat Radit masih menangis denga kencang sampai akhirnya aku  memeluknya dan berkata „Radit jangan nangis lagi ya..

Ingin sekali aku tadi berkata padanya “Radit udah jangan nangis, nanti kalo kamu nangis Mama kamu disurga juga ikutan nangis”.

Otak berpikir keras apakah aku harus mengucapkan hal itu kepada anak kecil yang berumur 7 tahun itu? Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengatakan hal itu.

Pantas saja. Radit yang masih berumur 7 tahun. Sosok anak yang memiliki kulit hitam legam, dan disepanjang kulit tangan dan kakinya terdapat Jamur kulit. Dia tidak memiliki seseorang untuk merawatnya. Ayahnya harus bekerja dari pagi hingga malam baru pulang kerumah.

Aku terus berusaha untuk membuatnya untuk membuatnya berhenti menangis sampai muncul sebuah ide. Yaitu membelinya ice-cream. Akhirnya cara itu yang paling ampuh untuk membuat Radit berhenti menangis. dalam hati aku berkata “Dasar anak kecil, harga air mata sebanding denga ice-cream hahhah…”

Hari ini aku mendapatkan sebuah ilmu dari seorang anak kecil, bahwa sosok ibu itu sangatlah penting. Seorang anak sangat membutuhkan sosok ibu yang merawatnya.

Jatinangor, 15 Juni 2015

DSL

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s