Mau kah kau?

Bagaikan ombak yang menghempaskan butiran air pada pinggir pantai, Bagaikan perahu yang terus berkayu diatas lautan nan tenang.

Udara yang sejuk yang menyentuh kulit wajah ini, seolah-olah dia sedang berteriak, menyaksikan bagaimana rasanya menjadi setangkai bunga yang kering karena menunggu pemiliknya datang untuk memetik.

Wahai kupu-kupu yang bersayap indah, Kapan kau datang? Jika pada akhirnya pemeliku tidak menyukaiku lagi karena kelopak bungaku yang sudah kering, mau kah kau datang kepadaku? Akan aku berikan kau tompangan untuk perisitrahatanmu,, Kau boleh menompang dengan kedua sayapmu yang kokoh itu pada kelopak bungaku yang sangat kering ini.. Akan aku biarkan juga kau mencicipi serbuk sariku, walaupun pasti tak akan senikmat serbuk sari pada tangkai bunga yang ada didepanku.

Aku sudah terlalu lelah dan merasa kepanasan menahan teriknya sinar mentari yang selalu menembus hingga kekulit bagian terdalamku.

Mau kah kau membiarkan aku untuk memberimu sebuah tempat perisitirahatan untuk terakhir kalinya?, sebelum aku benar-benar dipetik oleh pemilikku dan dibuang ketempat yang sangat gelap, karena kelopak bungaku yang sudah kering dan sudah tak sedap lagi untuk dijadikan sebuah hiasan meja…

Kosan-Jatinangor 20 Mei 2013 (00:14)

Iklan

One thought on “Mau kah kau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s