You’re Not Alone

Hari ini aku kembali bertemu dengan orang-orang hebat ciptaan Allah SWT 🙂 .

Sudah hampir satu bulan ini aku menjadi relawan disalah satu SLB (Sekolah Luar Biasa) Tunarungu disekitaran Kota Bandung.

SLB Negri Tunarungu ini terletak di jalan Cicendo. Menjadi relawan di SLB merupakan salah satu impian kecil ku dulu ketika masih kuliah di semester tiga, dan akhirnya satu impian kecil ku tercapai lagi ^_^. Awalnya aku terinspirasi dari salah seorang anak kost ibu ku dulu. Dulu aku pernah selama dua tahun kost disebuah tempat didekat kampus dan disana ada sebuah keluarga yang menjaganya. Mereka memiliki dua orang anak dan satu diantara mereka tunarungu. Anak kecil itu baru berumur 6thn. Dia tidak bisa berbicara namun pendengarannya masih bisa walaupun sedikit. Banyak diantara teman”kost ku yang dulu tidak menyukainya bahkan ada yang tega memukulnya jika dia sudah marah. Aku merasa kasihan dan sedih melihatnya, mungkin menurut pendapat ku dia bertingkah seperti itu hanya untuk mencari perhatian saja, dia hanya ingin memiliki teman, maklum di tempat kost ku itu isinya mahasiswa sibuk semua.

Singkat cerita, satu persatu aku berkenalan dengan mereka. Disana aku bersama teman-teman belajar mengunakan bahasa isyarat, awalnya sulit memang tapi jika dilakukan dengan niat,ikhlas serta kerja keras pasti bisa 🙂

Allah memang maha bijaksana, Dia maha tahu tentang umatnya. Aku kini memiliki cukup banyak teman tunarungu dan aku bahagia. Sederhana, Memang kebahagia itu sangat sederhana, cukup melihat mereka tersenyum dan ceria itu membuat ku sangat bahagia.

Disana banyak yang sudah bekerja. Tak tanggung, pekerjaan yang mereka geluti itu dimulai dari guru TK, dosen sampai ilustrator. Banyak diantara mereka yang memiliki bakat dibidang seni. Allah maha adil memang. Dibalik kekurangan mereka Allah menyisipi sebuah kelebihan yang maha dahsyat. 

Namun, ada sebuah hal yang masih menganjal dibenak ku sampai saat ini. Bagaimana mereka dapat mengenal tuhan dan mampu membaca Al-Qur’an? 

Aku langsung mengajukan pertanyaan itu kepada salah satu senior relawan disana dan dia mengatakan bahwa itu yang menjadi salah satu masalah besar mereka. Mereka kurang mampu mengenal tuhannya, dikarenakan sangat sedikit yang mampu berkomunikasi dengan mereka. 

Wallahu a’lam bish-shawabi

GambarGambar

Dago, 25 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s