Cantik

Namanya cantik  sorang anak dari 4 bersaudara.

Cantik yang tidak bisa melihat alias buta.

Cantik terlahir dari sebuah keluarga yang biasa-biasa saja. Namun dia cukup bahagia. Dia memiliki 3 orang saudara laki-laki yang sangat menyayanginya, ditambah dia memiliki ibu yang sangat sabar dan selalu mau menuntunya serta sang ayah yang selalu melindungi keluarganya dari bahaya apapun yang mengancam.

Cantik memiliki kebiasan yang sangat unik, yaitu dia sangat suka sekali membawa centong nasi kemana pun dia pergi. Sewaktu kecil Cantik sering menemani ibunya di dapur sambil memegang centong nasi. Centong nasi itu selalu dia gunakan saat ibunya hendak menyuruh Cantik mencicipi semua masakan lezat ibunya.

Cantik tumbuh dewasa, kini dia berubah menjadi seorang gadis imut dan lucu. Iya, semua orang mengatakan kepadanya bahwa dia itu imut dan lucu, walaupun Cantik sendiri tidak mengerti dan tahu seperti apa rupa imut dan lucu itu?

Abang lelakinya satu persatu telah menikah dan Cantik juga sudah memiliki beberapa keponakan.

Cantik memiliki kesibukan untuk membantu ibunya merajut benang – benang mejadi kain yang bagus.

Terkadang Cantik ingin sekali melihat indahnya dunia, namun Cantik tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Ayah selalu berpesan kepada Cantik,  “Nak, jadilah kamu Cantik, sesuai dengan namamu.. ”

“Maksudnya yah?” tanya Cantik

“Ayah tahu dan ayah juga ingin sekali berbuat demikian, namu apalah daya ,,, itu semua kuasa Tuhan yang sudah memberikan mu takdir seperti ini. Kamu memang terlahir tidak bisa melihat anak ku, tapi bukan berarti kamu tidak bisa melihat… ” Terang sang Ayah

“Iyah, kok yah, Cantik ngerti kok… ini memang jalan yang harus cantik lalui selama Cantik hidup didunia. Cantik juga gak peduli entah mau ada atau tidak nantinya seorang pria yang datang kepada Ayah untuk menemani hidupnya sama seperti yang dilakukan oleh abang-abang, Cantik percaya.. bahwa mata sesungguhnya itu datangnya bukan dari bagian wajah melainkan dari sini.. ” Cantik sambil menujuk kearah dadanya.

“Mata sering sekali tidak jujur, mata hanya bisa menilai apa yang tampak saja , berbeda dengan hati. Hati akan dapat merasakan ketulusan dan kelembutan seseorang. Sebaik-baiknya mata adalah mata hati ” Ayah tersenyum

 

Hanya sebuah tulisan entah bisa dibilang sebagai cerpen atau tidak 🙂 

Dago, 11 Mei 2014 – Menjelang Subuh 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s