ESKUL – Full movie Indonesia

Sebenarnya ini udah lama banget, gue udah pernah nonton pas masih SMP kelas 3 sekitar tahun 2008. Asli pertama kali gue nonton film ini gue nangis, dan ternyata setiap kali gue nonton film ini pasti nangis. Banyak banget pelajaran yang bisa dia ambil. Film ini bagus banget buat di tonton.
Film ini berkisah tentang seorang anak yang selalu di bully oleh teman-temannya… yang pada akhirnya berakibat Fatal. Dan terlebih lagi ini adalah sebuah kisah nyata.

Dan mau sedikit cerita saat ini juga kebetulan gue sedang melakukan sebuah kegiatan di sebuah Lapas Anak. Dan, ya.. bisa di bilang film ini cocok banget buat mewakili beberapa kasus yang menjerat mereka. Ada yang narkoba, mencuri , membunuh keluarganya sendiri,teman, dan kebanyakan perbuatan asusila.
Awalnya juga gue rada takut, sebenarnya lapas tersebut lebih cocok di bilang lapas remaja, bukan lapas anak. Soalnya mereka itu terdiri dari umur 13-18 tahun dan malah ada yang sudah 19 tahun tapi beruntungnya dia adalah seorang anak negara jadi masih diperbolehkan disana.
Gue sendiri menjadi kakak asuh buat adik-adik disana, dan adik asuh yang gue dapatin itu walaupun cuma dua orang tapi mereka bertato semua. Kesan pertama kalo seseorang itu bertato adalah pasti meyeramkan, emang awalnya sih cuek banget, tapi lama-kelamaan mereka mau di ajak diskusi, kerja sama, dsb.

Hari ini gue ngajarin mereka tentang sebuah cerita yang intinya adalah , kita akan menuai apa yang kita tanam. Jika kita melakukan perbuatan baik, maka hasilnya akan baik, namun jika kita melakukan hal yang buruk maka hasilnya pun akan buruk. dan cerita ke dua adalah tentang potensi diri. Kesuksesan itu tidak silihat dari latar belakan, pendidikan, keluarga,dsb. Melainkan kemauan dan tekad serta harus mampu mengali potensi yang ada. Sedikit selingan pada saat belajar. Sedikit selingan ternyata kedua adik asuh saya itu yang satu hobby baca buku, buku apa aja dia baca, mulai dari komik,koran, buku motivasi,dsb. Gak percaya juga sih awalnya, tapi ketika di ajak bicara lebih lanjut ternyata saya dan dia memiliki kesamaan, yaitu sama-sama suka baca buku motivasi yang judulnta “7 Keajaiban Rezki” gak nyangka kan?? Bertato loh 😀 , dia punya cita-cita buat jadi seorang jurnalistik/wartwan/pengamat berita. Beuh… mantap!
Lalu adik asuh aku yang kedua, dia memiliki cita-cita yang lagi-lagi sama dengan gue yaitu, menjadi seorang pengusaha. Bayangkan jujur gue mau punya usaha aja itu baru kepikiran pas kuliah, tapi dia bocah yang masih sekitar kelas 3 SMP. Gue cuma pesan sama dia, kalo mau jadi pengusaha itu harus tahan banting, “Yang menang, dia yang bertahan..” terus harus jelas mau usaha apa? kapan? sama siapa? pas gue tanya , dia sendiri menjawab, kalo saya nantinya hanya punya modal sedikit, saya mau buka warung kecil-kecilan aja teh, baru setelah itu saya akan mengembangkan usaha saya jadi besar. Right!!! itu benar bgt!

Banyak hal sebenarnya yang mau gue ceritain tentang adik asuh gue , adik asuh yang lainnya, kasus, tingkah laku, respon. Tapi sepertinya ini adalah tulisan gue yang pertama dan yang terakhir tentang adik asuh gue di Lapas Anak. Gue bisa banyak mengambil hikmah dari mereka, gue bisa bercermin pada diri gue sendiri, mereka aja yangsudah di kurung di balik jeruji besi masih bisa bersyukur, sedang kan gue? Ternyata benar apa yang dikatakan seseorang entah itu hadist, atau surat di Al-qur’an entah juga mungkin ini hanya lah perkataan dari mulut seseorang yang pernah gue dengar dan membekas di pikiran dan otak gue, mengatakan “Berdirilah kamu di atas alam, maka kau akan tahu penciptamu dan siapa dirimu sebenarnya.” Sungguh benar, gue jadi tahu kalo gue bukan siapa-siapa, gue cuma seorang makhluk ciptaan tuhan yang bisa menggunakan semua fasilitas yang dia kasih tanpa tahu bagaimana cara mengembalikannya. Oia, ternyata walaupun sebelumnya gue punya pengalaman selama dua tahun aktif di Bina Desa, ternyata gak ada apa-apanya. Gue dulu sering melakukan birokrasi dengan aparat desa disana, guru-guru sekolah , anak-anak SD, warga, secara waktu itu  gue diamanahkan menjadi seorang  ketua pelaksana  jadinya mau nggak mau emang ngurusin itu! Beda dengan di Lapas, gue ketemu sama anak-anak yang bisa dikatakan bermasalah dengan banyak kasusu kriminal. Tapi walaupun begitu itu semua jadi pengalama yang nggak bakalan pernah terlupakan. Ok, Seperti yang gue bilang di atas ini sepertinya akan menjadi tulisan yang pertama dan yang terkahir (sepertinya) mengenai adik asuh gue di Lapas. Semoga bermanfaat bagi kita semua 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s