Candi Cangkuang Garut

Hallo..  Apa kabar?

Minggu lalu saya berpergian ke Kota Garut dengan abang saya. Kami mengunjungi sebuah tempat wisata yang berada di Kota Garut. Candi Cangkuang, seperti namanya yang unik yaitu Cangkuang. Yah,,  kenapa tidak tempat wisata tersebut memiliki suatu hal yang sangat unik. Sebelumnya saya akan menjelaskan kepada Anda bagai caranya Anda dapat kesana. Pertama-tama untuk  menuju ke Kota Garut jika Anda tidak punya kendaraan pribadi Anda bisa naik bus Budiman, atau elf  yang terdapat di terminal cileunyi. Karena letak situs candi yang cukup dekat dengan Kota Garut, Anda hanya menempuh perjalanan selama 1-2 jam saja.

Untuk masuk ke situs candi Anda hanya membayar  Rp.3000/orang. Namun unutk mencapai situs candi tersebut Anda terlebih dahulu harus menyebrang denga sebuah rakit. Untuk menyebrang dengan rakit tersebut Anda bisa menyewa rakit tersebut sebesar Rp.40.000/ kelompok atau Rp.4000/orang untuk pulang-pergi. Wisata ke Candi Cangkuang sangat murah sekali, Anda hanya mengeluarkan uang sebesar Rp.7000/orang untuk dapat masuk ke situs candi tersebut.

Seperti yang saya sebutkan di atas, di sekita Candi Cangkuang terdapat hal yang unik. Di sebelah Candi Cangkuang tersebut  terdapat sebuah makam yang bernama Arif  Muhammad, warga setempat mengatakan bahwa beliau adalah penyebar agama islama pertama ditempat tersebut. Sebelum beliau datang, situs candi tersebut dijadikan tempat sembahyang para umat Hindu setempat. Jadi apabila Anda ingin berziarah ke makam mbah Arif, terlebih dahulu Anda harus bertemu dengan juru kunci yang merupakan salah astu keturunan mbah Arif. Penduduk setempat juga mengatakan bahwa tidak diperbolehkan untuk berziarah pada hari Rabu/Kamis (saya lupa), karena hari tersebut adalah hari besar agama Hindu. Tujuan orang-orang berziarah kemakam mbah Arif pun bermacam-macam, ada yang bertujuan hanya ingin benar-benar untuk berziarah, tetapi ada juga yang meminta sesuatu/ pesugihan.  Di sebelah Candi Cangkuang tersebut terdapat hal yang unik, yaitu adanya sebuah perkampungan yang bernama “Kampung Adat Pulo”, kampung tersebut hanya boleh dihuni dengan 6 kepala keluarga. Ketika saya bertanya kepada warga setempat, mengapa bisa begitu, salh satu warga mengatakan bahwa, “di kampung tersebut terdapat 6 buah rumah adat dan sebuah mesjid, dahulu mbah Arif memiliki 6 orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki, rumah di filosofikan sebagai anak perempuan yang telah menikah dan kini dihuni oleh keturunannya yang ke- 8,9,10. Sedangkan sebuah mesjid untuk anak laki-laki beliau yang telah meninggal ketika masih kecil.” Yang sangat uniknya, di kampung tersebut  terdapat 6 rumah dan hanya boleh diisi oleh 6 kepala keluarga, apabila seorang anak telah menikah dalam kurung waktu 2 minggu dia harus meninggalkan/ keluar dari kampung tersebut dengan kata lain, tidak boleh membangun rumah lagi di sekitar kampung tersebut. Dan warga mengatakan itu sudah menjadi adat istiadat di kampung tersebut.

Sangat unik bukan?? Saya harap Anda bukannya membaca tulisan saya yang sangat sederhana ini, melainkan Anda juga berkunjung ke situs canci tersebut pasti akan sangat menyenangkan. J

Terima kasih

 

 

IMG-20130921-00661
Harus naik rakit dulu
IMG-20130921-00689
Di depan Candi Cangkuang
Leuwigoong-20130921-01233
Tiket Masuk Candi Cangkuang
Leuwigoong-20130921-01265
Makam Mbah Arif Muhammad
Leuwigoong-20130921-01257
Arca di Dalam Candi Cangkuang
IMG-20130921-00696
Rumah Adat Kampung Pulo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s