Romatisme sebuah kisah nyata “Habibie dan Ainun”

habibieainun
Pak Habibie dan Almarhumah ibu Ainun

Sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata. Dia adalah bapak B.J. Habibie, mantan presiden RI ke-3. Buku yangberjudul “Habibie dan Ainun” merupakan kisah perjalanan beliau bersama sang almarhum ibu Ainun. Kisah yang sangat menyentuh, kisah percintaan dikala mereka muda hingga akhirnya maut yang dapat memisahkan mereka.

Kehidupan di negeri orang yang cukup membuat mereka hidup sederhana selama beberapa tahun. Ibu Ainun sendiri merupakan sesosok wanita yang sangat sederhana,lembut dan penuh kasih sayang. Sebelum menikah dengan bapak Habibie, beliau adalah seorang dokter muda yang sangat cantik. Masa depannya begitu cerah, banyak lelaki yang berdatangan ingin melamarnya. Hingga akhirnya bapak Habibie dan ibu Ainun bertemu, dikediaman orangtua ibu Ainun. Bapak dan ibu Habibie dulu pernah bersekolah bersama di sebuah SMP. Pada suatu hari bapak Habibie pernah ditantang oleh temannya untuk mencela ibu Ainun. Tanpa merasa takut bapak Habibie dulu sewaktu SMP pernah mengatakan bahwa ibu Ainun itu, “Ainun, kamu jelek, item, kayak gula jawa”  saat itu ibu Ainun hanya bisa diam. Sampai akhirnya mereka bertemu kembali dan sungguh pak Habibie meresa terkejut, Ainun yang dulu pernah ia katakan seperti “gula jawa” kini berubah menjadi gula pasir yang sangat manis dan indah.

Kisah cinta mereka tidak hanya sampai disitu saja, bahkan berlanjut hingga ke negri Jerman. Masa-masa kejayaan bapaka Habibie di negara Jerman, tidak membuat dua sejoli ini menjadi berubah akan kencintaan mereka terhadap Indonesia, khususnya bapak Habibie.Impian bapak Habibie yang ingin membangun Indonesia menjadi lebih baik. Dengan kemampuannnya, kepintaran yang ia miliki ia menyimpan impian itu.

Hingga akhirnya pada suatu hari tawaran dari pemerintah RI agar bapak Habibie kembali ke Indonesia, dan saat itu beliau langsung membangun sebuah pesawat  N-250 yang diberinama “gatot kaca” . Peluncuran perdana pesawat tersebut berjalan mulus, namun sayang proyek tersebut tidak berjalan lama dikarenakan masa reformasi yang terus menerus memburuk, krisis moneter dan terlebih lagi banyak masyarakat Indonesia sendiri yang meragukan kemampuannya. Hingga pada tahun 1998 pak Habibie resmi menjabat sebagai Presiden RI yang ke-3. Namun itu juga tidak bertahan lama. Hingga akhirnya pada 22 Mei 2010, Ainun menghembuskan nafas terakhir di München, Jerman, di usia 72 tahun. B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Pesawat N-250 “Gatot kaca” karya anak bangsa

Hanya maut yang dapat memisahkan mereka

Tidak ada satupun didunia ini yang dapat mengantikan sosok ibu dari kedua anakku

sosok wanita yang sederhana, cantik, lembut

 

Hanya maut yang dapat memisahkan mereka

Sungguh janji tuhan itu

Sungguh kami hanya manusia biasa yang tak mampu melawan takdir qadha dan qadar

Apakah kita bisa bertemu disurga nanti???

Hanya tuhan yang tahu

 DSL-

Jatinangor, 22 desember 2012

Iklan

2 thoughts on “Romatisme sebuah kisah nyata “Habibie dan Ainun”

    1. iyah, memenag beliau itu cantiknya ruarr biasa 🙂
      yg dvd bajakan?? hahhaahha 😀 kaga tau lahh,, !!
      tapi saran saya mending nonton di XXI aja 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s