Bis Damri Jatinangor – Bandung

Hari itu pada tanggal 16 mei 2012, tidak seperti biasanya saya berangkat kuliah dari Bandung, sebelumnya saya menginap di rumah paman saya yang berada di jalan Tubagus Ismail.

Di hari rabu, saya biasanya kuliah pada pukul 08.00 sedangkan perjalanan dari Bandung menuju jatinangor itu mengabiskan waktu hampir 2 jam.

saat itu saya melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 6.15, karena biasanya saya jika menginap di rumah paman, ada abang sepupu saya yang rela mengantarkan saya kemana saja , namun pagi itu dia  sedang tidak ada, jadi saya harus sendiri dalam bepergian. Saya juga memiliki 2 adik perempuan sepupu yang akan hendak berangkat sekolah pada pagi itu, akhirnya saya memutuskan untuk ikut / nebeng bersama mereka sampai pasar Dago, setelah itu saya akan naik angkot sampai ke jalan Dipatiukur. saya malu >,<

Yang saya tau ialah perbedaan antara bis damri jatinangor-dipatiukur  atau leuwipkuanjang-dipatiukur hanyalah terletak di posisi mereka biasanya parkir. Karena saya terburu – buru waktu itu saya melihat bis damri yang di depan unpad (jatinagor-dipatiukur) sudah jalan, karena saya juga mengejar waktu , akhirnya saya memutuska utuk turun dari angkot persisi di depan damri,  lalu dengan sangat cepat tangan saya melambaikan isyarat berhenti agar saya bisa naik ke dalam bis itu. Bis damri pun berhenti dan saya langsung bergegas untuk menaiki bis damri tersebut agar tidak terjadi kemacetan. Setelah saya masuk ke dalam bis, saya milihat kondisi bis yang sangat ricuh, dalam hati saya berkata “kok ricuh gini sih??? kayak baru pertama kalinya aah lihat orang naik bis.. ” , langsung saya memilih tempat duduk persis di depan pintu , keadaan di dalam bis masih sangat ricuh, namun saya tetap santai menghadapinya, dikarenakan juga waktu sudah mnunjukan puku; 6.30 saya merasa sedikit lgah dan berharap “semoga saja nanti sampai di jatinangor jam 7.30..” kata saya dalam hati. Dan akhirnya setelah bisnya mulai jalan, saya dengan rileks mengeluarkan buku kuliah saya yang hendak akan saya baca, tapi tiba – tiba ada seorang ibu – ibu yang duduk di sebalah saya berkata begini  “dek,,, ini teh bis untuk KARYAWAN… !!!!!! ” katanya..

saya sangat terkejut mendengar pernyataan ibu – ibu tersebut dan saya langsung merasakan panik, saya heran  lalu saya berkata menjawab pernyataan tadi “lah??? beneran bu??? teruss saya gimana nih ???” keadaan di dalam bis masih saja ricuh , saya melihat seisi bis damri tersebut dan ternyata isinya ORANG TUA semua … o_0

akhirnya sang supir bis damri pun menurukan saya di pinggir jalan tidak jauh dari kampus Unpad Dipatiukur, setelah saya turun saya melihat bis damri di belakangnya dan dengan teliti  saya melihat tujuan bis tersebut, saya kembali melambaikan tangan isyarat untuk berheni dan saya dengan cemas menaiki bis damri tersebut… saya melihati seluruh isi bis untuk memastika ini bukan bis KARYAWAN UNPAD .

Setelah saya duduk, barulah saya sadar kenapa selama di bis damri yang pertama tadi begitu ricuh, dan ternyata saya baru sadar, kalo saya hanyalah seorang mahasiswa unpad bukan karyawan unpad, ” makanya bapak dan ibu – ibu di dalam bis damri tadi ricuh, wong yang naik bisnya itu kan bukan karyawan”, tegasku dalam hati….

*hanya sebuah erita yang sangat konyol di dalam hidup saya, dan mudah-mudahan tidak terulang kembali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s